Kata Kata Mutiara Islami ini adalah kumpulan kata mutiara penuh dengan nasihat tentang ajaran agama Islam yang diungkapkan oleh para sahabat nabi, ahli hikmah dan ahli ilmu. Untuk pembaca yang beragama Islam, semoga kata mutiara Islami ini bisa menjadi salah satu pedoman untuk melangkah lebih baik.
Mari kita simak bersama-sama kata mutiara Islami - Pesan Nasihat para Sahabat Nabi dan para ahli hikmah di bawah ini :
Abu Bakar As-Shidiq RA berkata, “Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu.”
Umar RA berkata, “Kemuliaan dunia dengan banyaknya harta. Dan kemuliaan akhirat adalah dengan bagusnya amal.”
Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Barang siapa yang mencari ilmu maka surgalah sesungguhnya yang ia cari. Dan barang siapa yang emncari maksiat maka sesungguhnya nerakalah yang ia cari.
Yahya bin Muadz RA berkata, “Tidak akan durhaka kepada Allah orang-orang yang mulia, yaitu orang yang baik tingkah lakunya Yaitu mereka yang memuliakan dirinya dengan menghiasinya dengan taqwa dan menjaga diri dari maksiat. Dan tidak akan memilih dunia dari pada akhirat orang-orang yang bijaksana”
Para Ahli zuhud berkata, “Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa dengan tertawa bangga, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis- karena seharusnya ia menyesal dan memohon ampunan kepada Allah bukannya berbangga hati. Dan barang siapa yang ta’at kepada Allah dengan menangis karena malu kepada Allah dan Takut kepadaNya karena merasa banyak kekurangan dalam hal ta’at kepaadNya Maka Allah akan memasukkanNya ke dalam surga dalam keadaan tertawa gembira.”
Ahli hikmah berkata, “Janganlah kamu menyepelekan dosa yang kecil kerana dengan selalu menjalankannya maka lama kelamaan akan tumbuhlah ia menjadi dosa besar. Bahkan terkadang murka Tuhan itu ada pada dosa yang kecil-kecil.”
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menafsiri firman Allah Ta’ala, “Sungguh telah nyatalah kerusakan baik di daratan maupun di lautan,” maka beliau memberikan tafsirannya, “Yang dimaksud Al-Barr/daratan adalah lisan. Sedangkan yang dimaksud Al-Bahr / lautan adalah hati. Apabila lisan telah rusak dikarenakan mengumpat misalnya, maka akan menangislah diri seseorang / anak ucu adam. Akan tetapi apabila hati yang rusak disebabkan karena riya’ misalnya, maka akan menangislah malaikat. Dan diperumpamakan hati/qalb dengan lautan adalah dikarenkan sangat dalmnya hati itu”
Asy-syibly berkata, “Apabila engkau menginginkan ketenangan bersama Allah, maka bercerailah dengan nafsumu.”
Abu Bakar As-Shidiq RA berkata, “Tiga perkara tidak dapat di capai/didapatkan dengan tiga perkara lainnya : 1. Kekayaan dengan angan-angan. Artinya tidaklah kekayaan itu dapat diperoleh hanya dengan berangan-angan tanpa kerja nyata, dan pembagian dari Allah. 2. Muda usia dengan semir. Artinya tidaklah akan diperoleh keadaan menjadi muda hanya karena disemirnya rambut dan sebagainya. Akan tetapi orang yang sudah bertambah usia (tua) tidaklah mungkin berubah menjadi muda kembali meskipun dengan rambut disemir atau yang lainnya. Dan umur akan terus berjalan hingga akhirnya habislah umur itu kembali menghadap sang Khaliq. 3. Kesehatan dengan menggunakan obat-obatan. Artinya kesehatan tidak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi obat-obatan akan tetapi sesuai sunnah Allah, yaitu harus dengan menjaga diri dengan makanan yang halal dan olah raga secara teratur serta rajin beribadah.
Sahabat Umar RA berkata, “Bersikap kasih sayang dengan manusia adalah setengah dari sempurnanya akal”
Jibril As berkata, “Ya Muhammad hiduplah sesuka engkau karena sesungguhnya engkau akan meninggal dunia. Dan cintailah orang yang engkau suka karena engkau pasti akan berpisah (disebabkan kematian). Dan beramalah sesuka engkau karena engkau akan di beri pahala atas amal itu.”
Hasan Al Bashri RA berkata, "Barang siapa yang tidak memiliki adab/etika (kepada Allah dan kepada makhluk) maka tiadalah ilmu baginya. Barang siapa yang tidak memiliki kesabaran (karena menanggung bala’ dan menanggung disakiti oleh makhluk, dan atas beratnya menjahui maksiyat dan atas melaksanakan kewajiban), maka tiadalah agama baginya. Barang siapa yang tidak wara’ (dari yang haram dan syubhat) maka tidak ada pujian (martabat) baginya di hadapan Allah dan tiada kedekatan baginya kepada Allah."
Demikianlah beberapa kata kata mutiara islami dari berbagai Sahabat Nabi dan Ahli Hikmah lainnya. Semoga bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, amin.





